Pendidikan PAUD

Berhasil, gagal dan usaha adalah tiga saudara kembar yang tidak bisa di pisahkan.

Selasa, 19 Oktober 2010

PENGEMBANGAN SILABUS TK


A.    Perencanaan Semester
Perencanaan semester merupakan program pembelajaran yang berisi jaringan tema, bidang pengembangan tingkat perkembangan, capaian perkembangan dan indikator yang ditata secara urut dan sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema, dan  sebarannya ke dalam semester 1 dan  2.

Langkah-langkah pengembangan program semester, sebagai berikut :
·         Mempelajari dokumen kurikulum, yakni Pedoman Pengembangan Program Pembelajaran.
·         Memilih tema yang akan digunakan untuk setiap kelompok dalam setiap semester, dan menetapkan alokasi waktu untuk setiap tema dengan memperhatikan keluasan cakupan pembahasan tema dan minggu efektif TK.
·         Identifikasi Tema menjadi Sub Tema.
·         Tema-tema yang dipilih dan hasil identifikasi menjadi sub tema dapat dibuat dalam bentuk tabel  pada setiap awal tahun pelajaran.

Tabel 1 : Tabel 1 : Tema dan Sub tema Semester I dan II
Tema dan Sub Tema Tahun Pelajaran .....
TK                   :.........................................
Kelompok       :.........................................

Tema Semester 1
No.
Tema
Perkiraan Waktu (minggu)















Jumlah


Tema Semester 2
No.
Tema
Alokasi Waktu















Jumlah


·         Dibuat dalam bentuk “Matriks hubungan indikator dengan tema” Matriks tersebut akan diisi setiap pergantian tema setelah guru menentukan indikator dari setiap kegiatan yang sudah diidentifikasi dari sub  tema.


Tabel 2 :  Tema dan Sub tema Semester I dan II
Tema dan Sub Tema Tahun Pelajaran .....
TK                   :.........................................
Kelompok       :.........................................
Semester I
No
Indikator
Tema
 Diri sendiri
lingkungan 



1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20



































































 Semester II
No
Indikator
Tema





1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20



































































Catatan
Antara minggu ke-8 dan ke-9 pada semester I dan II diadakan kegiatan tengah semester selama 4 hari, misalnya kegiatan pekan olah raga dan seni (Porseni), karyawisata / rekreasi, lomba kreatifitas, praktek pembelajaran, bazaar, dan kegiatan lainnya. Kegiatan tengah semester ini dimaksudkan untuk mengembangkan bakat, kepribadian, prestasi dan kreatifitas anak didik dalam rangka pengembangan pendidikan anak seutuhnya.

1.        Tema
a.      Pengertian Tema
Tema adalah alat untuk mengenalkan berbagai konsep, topik dan ide kepada anak didik secara utuh. Dalam pembelajaran, tema berfungsi untuk menyatukan isi kurikulum dalam satu perencanaan yang utuh (holistik), memperkaya perbendaharaan bahasa anak didik membuat pembelajaran lebih bermakna dan membantu anak mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas. Jadi tema merupakan aktualisasi konsep minat anak yang dijadikan fokus perencanaan atau titik awal perencanaan dalam proses pembelajaran.

b.      Pemilihan Tema
Berikut ini contoh-contoh tema yang dikembangkan di TK, antara lain :
Ø  Diri sendiri
Ø  Lingkunganku
Ø  Kebutuhanku
Ø  Binatang
Ø  Tanaman
Ø  Rekreasi
Ø  Pekerjaan
Ø  Air, udara, dan api
Ø  Alat komunikasi
Ø  Tanah airku
Ø  Alam semesta
Contoh tema tersebut di atas dapat dipilih untuk dikembangkan di TK, dan disesuaikan dengan kondisi daerah masing – masing.
Pemilihan tema di TK hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1)      Kedekatan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari tema terdekat dengan kehidupan anak kepada tema yang semakin jauh dari kehidupan anak. contoh tema-tema di atas secara umum sudah disusun dari hal yang terdekat dengan anak (tema “diri sendiri”) sampai hal yang sejauh (tema “alam semesta”). Tetapi secara khusus, kondisi setiap kabupaten / kota di Indonesia beragam (tidak sama)


Text Box: Contoh :
ü untuk tema wisata seperti kota badung di propinsi Bali (dengan pantai kutanya) dan di Manado (dengan taman laut Bunaken), tema rekreasi dapat masuk ke tema lingkunganku, dengan tema tersebut lebih dekat bagi anak daripada tema binatang dan tanaman.

ü Untuk tema kerajinan seperti kabupaten Jepara (dengan ukiran kayu jatinya), kota Bukittinggi (dengan bordir, sulam dan kerajinan kain lainnya), tema pekerjaan dapat masuk ke tema kebutuhanku dan lingkunganku (pakaianku, rumahku, pekerjaan di lingkungan rumahku),  dan tema tersebut lebih dekat daripada tema binatang dan tanaman.

2)  Kesederhanaan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari tema-tema yang sederhana kepada tema-tema yang lebih rumit bagai anak. Apabila contoh tema-tema di atas masih terlalu rumit dan luas, guru dapta menentukan tema yang lebih sederhana agar tema dapat lebih efektif dan fokus.
Text Box: Contoh :
ü Tema “alam semesta” menurut guru masih terlalu rumit dan luas, guru bersama anak dapat menentukan tema yang lebih sederhana, misal : Tema “Sawahku; Sungaiku; Gunungku; lautku; Matahari; Bulan dan Bintang; dll”

ü Tema “tanah airku: menurut guru masih terlalu rumit dan luas, guru bersama anak dapat menentukan tema yang lebih sempit, misalnya tema “mengenal kota kelahiranku” atau “Aku rindu kampung halaman” dll.  




 




Tema-tema tertentu yang terlalu rumit dan luas dapat digabungkan atau diintegrasikan ke tema lain menjadi sub tema, agar tidak terlalu banyak tema


Text Box: Contoh :
Tema “Tanah Airku” dapat masuk ke semua tema atau menjadi sub tema dari tema yang lain untuk memupuk rasa nasionalisme sejak usia dini, contoh :
ü Sub tema “Aku anak Indonesia” dalam tema “Diri Sendiri”
ü Sub tema “Indahnya wisata laut di desaku” dalam tema “lingkunganku”
ü Sub tema “Makanan khas kotaku”, “Rumah joglo”, “Beskap dan kebaya kecilku” dalam tema “Kebutuhanku”
ü Sub tema “Komodo keajaiban alam dunia” dalam tema “Binatang”
ü Sub tema “Bunga raksasa Rafflesia” alam tema “Tanaman” dll.

3)      Kemenarikan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari tema-tema yang menarik minat anak kepada tema-tema yang kurang menarik minat anak. Tema-tema tertentu dapat dibuat lebih menarik dan dibedakan anatar rema TK kelompok A dan TK kelompok B, agar anak didik tertarik dan tidak akan membosankan anak karena pengulangan tema yang sama dengan sub tema yang sama.


Text Box: Contoh : Tema Pekerjaan
Ø Sub tema pada TK kelompok A : sub tema “pekerjaan orang tuaku” (misalnya : dokter, petani, nelayan, polisi, pegawai bank, insinyur, dll), sub tema “cita-citaku” (misalnya : pilot, guru, pelaut, arsitek, dokter, dll”.
Ø Sub tema pada TK kelompok B : sub tema pekerjaan di sekitar TK-ku” (misalnya : guru, satpam, tukang ojek, penjual kue, petugas kebersihan, dll) sub tema “pekerjaan di kota semarang” (misalnya : pedagang di kampung pecinan gang baru, pedagang di kauman, pedagang di pasar Johar, nelayan dan pedagang ikan di pantai, Tukang pos di Kantor Pos, Masinis di stasiun Tawang, dll)
4)      Keinsidentalan, artinya peristiwa atau kejadian di sekita anak sekolah yang terjadi pada saat pembelajaran walaupun tidak sesuai dengan tema yang dipilih pada hari itu. Keinsidentalan peristiwa perayaan yang ada di sekitar anak juga dapat diangkat menjadi tema atau sub tema.
Sesuatu yang insidental dapat diangkat menjadi sub tema “Perayaan atau Special event” dan masuk ke setiap tema yang sudah ada, tujuannya agar anak mendapat pengalaman bermakna pada peristiwa khusus walaupun hanyabeberapa hari atau satu minggu.


Text Box: Contoh : 
Ø Sub tema “Perayaan hari Kemerdekaan” dalam tema “lingkunganku”
Ø Sub tema “Bunga indah untuk Ibu” dalam tema “Tanaman”
Ø Sub tema “Puisi untuk Kartini” dlam tema “alat komunikasi” dll.






Pemilihan tema-tema yang akan dipakai selama satu tahun pelajaran dilakukan sebelaum tahun pelajaran dimulai. Tema-tema yang sudah dipilih dilengkapi dengan rentang waktu pelaksanaan tema. Agar anak didik dan guru dapat melakukan eksplorasi kegiatan secara tuntas melalui wahana tersebtu. Rentang waktu pelaksanaan jangan terlalu singkat. Rentang waktu sekitar satu bulan (empat minggu) untuk satu tema, merupakan rentang waktu yang cukup untuk eksplorasi.

2.        Identifikasi Tema menjadi Sub Tema
Identifikasi tema menjadi sub tema dapat diidentifiksikan di awal tahun pelajaran. Proses identifikasi tema dapat dilakukan oleh guru dan anak didik melalui kegiatan percakapan awal, tetapi guru sudah dapat melakukan identifikasi tema di awal tahun melalui berbagai pertimbangan, seperti :
a.         Pengalaman percakapan awal dengan anak didik tentang tema.
b.         Gambar-gambar bebas hasil karya anak didik merupakan fokus minat anak didik dan dapat dijadikan sub tema.
c.         Topik percakapan anak didik dengan teman sebayanya merupakan fokus minat anak didik dan dapat dijadikan sub tema.
d.        Alat bermain yang suka dimainkan oleh anak didik, permainan yang dilakukan dengan teman sebaya merupakan fokus minat anak didik dan dapat dijadikan sub tema.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

reuni

reuni
wapartu

reuni

reuni
tkl,azis

reuni

reuni
pri,widr

reuni

reuni
bah,donking

reuni

reuni
sriles,dew

reuni

reuni
jar,ti2k

reuni

reuni
pojo'e trop

Reuni

Reuni
eko,jok,az

Reuni

Reuni
jeng sri, endang,

reuni

reuni
ysin, dew

reuni

reuni
mojok

reuni

reuni
winti2k

reuni

reuni
bow,muj

reuni

reuni
hlyh, mu'

reuni

reuni
mar, donkg